otomotifnet.com

Kamis, 12 Mei 2011 07:09 WIB

Cewek Naik Motor Sport Bukan Sekedar Pemanis

Ninja Tangerang Organization (Nitro)


 Kebanyakan modif tampilan
Sekali waktu coba jalan ke wilayah Tangerang, Sabtu malam atau Minggu sore. Ada sekelompok cewek city touring. Sipnya, tidak seperti kebanyakan foxy lady yang mengendarai motor berpenggerak otomatis. Tapi perempuan ini menunggangi motor batangan, Kawasaki Ninja 250R

Mereka nggak canggung nyemplak motor yang secara ‘fitrah’ dikendarai  untuk cowok. “Klau dihitung ada sekitar 20-an cewek yang naik Ninja 250R ini. Tapi yang cukup mahir bawa motor sekitar 8 orangan,” kabar Ananda Welda, salah satu pengendara Ninja nopekgo keluaran 2009.

Keberadaan para lady biker ini bukan hanya jadi pemanis di lingkungan komunitas Ninja Tangerang Organization (Nitro) tempat mereka bernaung. “Kalau ada turing dan baksos, kami juga langganan ikut serta,” pasti cewek yang akrab disapa Welda ini.

Bahkan lakon turing jauh seperti ke Bandung juga biasa dijalani oleh cewek yang masih kuliah ini. “Tapi tentunya bareng dengan teman lainnya,” sebut cewek yang dulunya juga sering besut Ninja RR yang 2-tak itu.

Sekarang ganti ngobrol sama Agnes Canigia. Dia mengaku sangat menyukai kendaraan dengan tampilan sporty. “Saya ingin membuktikan kalau naik motor ini bukan dominasi kaum lelaki,” argumen pembesut Ninja 150RR.

Mengendarai motor batangan pada prinsipnya memang ada bedanya  dengan misalnya, membawa motor bebek dan skubek yang matik itu.

“Yang dibutuhkan memang keseimbangan. Kalau pertama kalinya akan berfikir motor sport apalagi dengan kapasitas paling besar 250 cc dibawa sama cewek,” sebut Nur Oftaviani yang awalnya nyemplak Ninja RR dan kini berganti haluan ke Ninja 250R 2010.

Soal perawatan kayaknya nggak terlalu puyeng. Sebab, bengkel rujukan Nitro sudah menyediakan fasilitas itu. Mulai dari servis berkala seperti ganti oli per bulan sampai pada kebersihan motor. Mereka tinggal gas doang kok. (motorplus-online.com)